Mengapa Mieloma Ganda Berkembang Begitu Cepat di Asia-Pasifik dan Khususnya di Cina
Mieloma ganda, sebuah kanker sumsum tulang yang terutama menyerang orang lanjut usia, mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan di Asia-Pasifik. Antara tahun 1990 dan 2021, Cina mencatat kenaikan spektakuler sebesar 918% kasus baru dan 326% kematian terkait penyakit ini. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penuaan populasi yang dipercepat, yang menyumbang sekitar 60% dari kenaikan di Asia Timur. Pria lebih banyak terkena dibandingkan wanita, dengan sebagian besar kasus terjadi setelah usia 70 tahun.
Berbeda dengan sebagian besar negara, Jepang menjadi pengecualian. Berkat kebijakan kesehatan masyarakat yang efektif, seperti pemeriksaan rutin dan penanganan yang lebih baik, jumlah kasus di sana sedikit menurun. Di tempat lain di kawasan ini, terutama di Cina, peningkatan standar hidup dan perbaikan sistem diagnostik telah mengungkapkan beban penyakit yang sebenarnya, yang sebelumnya diremehkan. Paparan lingkungan, seperti bahan kimia industri atau pestisida, juga berperan dalam peningkatan ini.
Kesenjangan sosioekonomi memperburuk situasi. Negara-negara berpenghasilan tinggi memiliki alat pemeriksaan yang lebih baik dan perawatan inovatif, seperti terapi terarah atau sel CAR-T, yang tetap tidak dapat diakses di daerah kurang beruntung. Hal ini menciptakan jurang yang semakin lebar: negara kaya mendeteksi dan mengobati lebih banyak, sementara negara miskin masih meremehkan skala masalah.
Proyeksi menunjukkan bahwa jumlah kasus akan terus meningkat, terutama pada pria dan orang lanjut usia. Tanpa intervensi yang ditargetkan, tren ini berisiko membebani sistem kesehatan. Contoh Jepang menunjukkan bahwa pendekatan preventif, yang menggabungkan deteksi dini dan akses ke perawatan, dapat membalikkan kurva. Bagi negara lain, tantangannya ganda: memperkuat infrastruktur medis dan membuat perawatan modern lebih mudah diakses. Perjuangan melawan mieloma ganda oleh karena itu membutuhkan distribusi sumber daya yang lebih baik dan perhatian khusus pada populasi yang paling rentan.
Crédits
Étude source
DOI : https://doi.org/10.1007/s00277-026-06923-3
Titre : Burden of disease for multiple myeloma in China and the Asia–Pacific region, 1990–2021: a systematic analysis of the Global Burden of Disease (GBD) 2021 study
Revue : Annals of Hematology
Éditeur : Springer Science and Business Media LLC
Auteurs : Sen-Xin Wang; Tao Luo; Ni Yang; Xun-Ru Liu; Yan-Ping Ma